My Beautiful Little Boy

As I watch you sleeping,I think just how lucky I am.To be the mother of such a beautiful little boy…
from “As I Watch You Sleeping” by Sheryl Trowbridge

Tak terasa, sudah 3 tahun berlalu sejak putra kecilku pertama kali menatap dunia :) Sejak saat itu pula, kehadirannya mewarnai hari-hari kami berdua, gw dan Donny, juga keluarga besar gw yang ‘heboh’ :-p dan keluarga misua yang cenderung lebih kalem.

Pasha mengajarkan kami untuk belajar lebih bersabar, menghadapi mahluk kecil keras kepala ini memang butuh kesabaran super-ekstra :-p Menginjak usianya yang ketiga, ia memang belum menunjukkan kemampuan verbal yang dikuasai anak seusianya pada umumnya, alias masih mengoceh dalam bahasa planet :D Alhasil, kita seringkali mesti ‘tebak-tebak manggis’ saat dia menangis, tertawa atau merengek tiba-tiba, out of the blue, tanpa tahu sebab-musababnya. Kadang lagi asyik nonton Blue’s Clues favoritnya, tiba-tiba diseling iklan, Pasha langsung menangis kesal. Atau sedang asyik main sendiri (main ala Pasha berarti lari2 tanpa jelas juntrungannya, membongkar buku2 kepunyaannya dari dalam peti, mainan jeruk- yes it is still his favourite object) tiba2 tertawa geli :-p

Sesekali terbersit juga kecemasan dalam hati, kok rasanya kemajuannya kecil sekali? Apa mungkin terapinya perlu diintensifkan? Mengingat terapinya masih itu-itu aja- terapi sensori integrasi/SI (bermain perosotan, pasir, trampolin). Dari hasil diskusi dengan beberapa teman di milis dan surfing di internet serta mengobrak-abrik setumpuk literatur, memang tampaknya terapi SI ini merupakan basic dari terapi-terapi selanjutnya, seperti ABA, terapi wicara, dsb. Padahal rasanya pingin cepat2 mengikutkan Pasha terapi wicara, tapi gak mungkin juga, berhubung disuruh duduk sama dipanggil namanya aja masih on-off, kadang mau, kadang enggak, hehe..

Tapi ada beberapa kemajuan yang patut dicatat, setelah sekitar 6 bulan menjalani terapi. Kontak mata misalnya, bisa dibilang sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Hampir tak ada masalah dengan kontak mata, paling kalau dia lagi konsentrasi dengan suatu hal, baru dia gak ‘ngeh’. Lalu, joint attention, sedikit-sedikit mulai ada, Pasha senang main ‘anak-panggang’ (badannya diangkat sama ayahnya terus diputer2 dengan posisi kayak ayam panggang- kaki-tangan di atas, hihihi) dan main kitik2an dengan bunda. Sedikit2 juga dah mau kejar2an main bola. Sekarang, di kamarnya gw tempeli poster2 abjad, gambar2 benda, gambar anak2 lagi main di taman, dan macem2 lagi. Gara2nya, di rumah eyangnya dia seneng berdiri lama2 di depan poster abjadnya Hana, sepupunya. Sambil dia menatap poster2 itu, terus gw sebutin deh, ini a,b, c, d… atau” ini mobil nak, bis, truk…” Sekarang kalau lihat poster2 itu, dia seneng nunjuk2 terus menatap kita, nunggu disebutin gambar2nya :-p

Sekarang juga dia hobi berenang. Kalau dulu nangis2 tiap kali diajak ke kolam renang- karena merasa keseimbangannya bubar-jalan di dalam air, ini biasa dialami anak2 yang mengalami masalah sensori seperti Pasha- wuah…sekarang dia ogah keluar dari kolam :-)) Lucu banget gayanya ngelamun diatas ban, diayun2 ombak air di kolam :-p Sayang sekarang lagi musim hujan, jadi dah lama gak berenang deh.

Lagi kepikiran mau ikutan terapi ABA (Applied Behavior Analysis). Terapi ABA ini merupakan program intervensi yang didesain untuk anak autisme, dengan tujuan untuk memperbaiki skill komunikasinya, memotivasi dia untuk interaksi sosial, bermain dan agar si anak belajar lebih mandiri. Pendekatan ABA ini memandang problem autisme sebagai sebuah gangguan perkembangan (developmental disorder) yang berkaitan dengan biologis dan neurologis (syaraf). Anak-anak autis/disorder/atau apalah sebutannya ini, berbeda dengan anak normal pada umumnya. Mereka gak ‘connect’ dengan dunia seperti anak-lain, seperti kita. Contoh ekstremnya, suara bisikan mungkin bisa terdengar seperti ledakan bom di telinganya, atau label merek baju yang sebetulnya ‘fine-fine aja’ tapi bagi mereka terasa tajam mengiris kulit (over stimuli). Ditambah lagi dengan ketidakmampuan mereka untuk memberitahu orang dewasa tentang reaksi mereka yang over-stimuli ini, kloplah sudah :) Syukurnya, Pasha tidak terlalu over, paling banter dia tutup kuping kalau lagi excited, suara keras, suara nyanyian yang dia kenal, ada yang ngajak ngobrol dalam waktu bersamaan, etc :-p can’t tell the difference, jadi sekali lagi, kudu tebak2 manggis, hehehe…

Dulu kalau lagi excited, suka flapping hand (ngibas2in tangan), sekarang dah jarang banget. Dulu juga suka muter2 sampe pusing (dan akhirnya jatuh, benjut, hehe) sekarang juga dah berkurang. Kalau dipikir2, lumayan juga kemajuannya. Walaupun masih jauh dari puas karena verbalnya belum ada kemajuan berarti. Sekarang lagi coba dibawelin terus, paling kalo dah berisik dia tutup kuping, hehe.. Metode ngenalin benda/orang/objek pakai kartu belum berhasil karena kartu2nya dirampas sama dia terus dikumpulin, hihihi
Yah, nanti dicoba lagi, maju terus pantang mundur :-p Rencananya 2 minggu ke depan mau konsul ke DSA soal perkembangannya ini, apa bisa ‘naik kelas’ terapinya atau masih stuck di SI aja.
Yup, we’ll see… hope he’ll getting better day by day…

As I watch you sleeping,all of my worries seem to melt away.I know that no matter what happens,together we can make it through another day.
for my little beautiful boy, Pasha, happy b-day my baby… bunda will always love you, unconditionally :x

4 Responses to “My Beautiful Little Boy”

  1. ShanNathan'sMom Says:

    halooo Pasha.. udah lama ga baca cerita ttg Pasha. Skrg Pasha makin pinter ya, tante seneng dengernya :)) Kapan2 berenang ama Nathan-Shanna yuukk.
    Buat mbak Hera..yang semangat ya mbak! kerja kerasnya ga bakal sia-sia. Fightiinggg!!!

  2. Hera Says:

    makasih tante :) ayoooo berenang bareng ya, kalo musim ujannya dah agak redaan. kepingin nyobain waterpark yang di bsd itu tante :-p

  3. aYoE Says:

    Tante Hera,
    Ayu punya saudara sepupu yang umurnya 3 th 4 bln tp blom bisa ngomong, kalo ngomong kadang bisa ngerti tapi kebanyakan pake bahasa planet.
    Trus juga lebih banyak ngomong sendiri.
    Tante bisa kasih tahu gak, tempat buat meriksa saudara sepupuku itu autis apa gak…??
    Makasih ya,tante..

  4. Kitty Says:

    hi there! :) kenalan yuk! Anak saya jg di-diagnose PDD NOS sejak 1 thn 10 bulan. Skrg umur 3 thn. :)

Leave a Reply