Archive for June, 2006

Welcome to Summer!

Monday, June 26th, 2006

A-h-h-h-h!!! Finally, holiday is coming! Everyone gets cheered up when it comes to holidaying. The corner of your lips tends to curl upward when you’re in a holiday mood :) The sun is beaming at you, birds’ chirping and can’t you see the glimmering blue ocean is waving hard at you?

Padahal, tiap hari itungannya gw selalu liburan. Pekerja berdaster gitu :-p Dimulai dari rutinitas pagi- jalan pagi sama my beloved Pasha sementara ayahnya mendengkur tak merdu di peraduan, hihihi… Kadang kalau Pasha belum bangun- still joining the snoring choir with ayah, huahehaha- then it’s time for me to relax while enjoying the sight of a fresh morning and listening to my music. Sambil menyeruput teh suam-suam kuku setengah manis ( no coffee, please).

Soundtracknya hampir sama tiap hari- my ultimate summer soundtrack, lagu2nya Johan (www.labrador.se or www.acidhousekings.com or www.icyicy.com), dimulai dari "Wake Up!" sampai "He Knows The Sun". Tapi hari ini mood gw lagi kepingin dengerin lagu2 yang banyak synth-nya, jadi gw bikin playlist lagu2 pop elektro versi gue: Am I Robot & Sci-Fi Love-nya Goodnight Electric (huhuhu lagu wajib!), Electricity-nya OMD (Orchestral Manouvres in The Dark- need I say more?), sampe Blue Savannah-nya Erasure. Oya, Cars- Gary Numan. Sayang gak punya koleksi Kraftwerk. Ntar donlot lagi deh di limewire :-p

Pagi ini, kebetulan rutinitasnya sedikit beda. Musti ke atm dulu sebelon org2 pada ngantri. Nebeng Donny sekalian ngantor (lumayannn… tanjakan ke luar komplek bikin ngos2an *pemalas!*). Kelar urusan duit, now it’s time to enjoy the fun morning walk to my home :)

Sekian cerita soal rutinitas pagi gw. Harus translate artikel yang males-banget-deh bacanya, duh! …  (it’s not supposed to end here, but I’ve got to catch up with my translation, hiks)

Back to my old boring work routine :-p

See you tomorrow, sunshine!

Terapi Teh Botol :)

Thursday, June 15th, 2006

Helloooww… akhirnya sempet juga nulis lagi di sini… yang berarti gw dah balik ke Depok, w/ 24 hours internet access ;-)  kemarin2 juga masih ada kerjaan translate jadi kalo di depan kompie kerjaannya buka webster (bukan friendster, hehe) mulu.

So far Pasha udah tiga kali ’sekolah’ , kayaknya dia makin familiar aja tuh sama sekolahannya (tempat terapinya, hehe). Masuk2 langsung ngeloyor ke perosotan (lumayan jadi favoritnya) trus naik dari ujung perosotan (bukan tangga). Tapi lama-lama suka minta keluar lagi kalo ruangannya udah rame :-p Biasalah, agak crowded room syndrom gitu, hihihi… kayak emaknya :-p

Pas terapi terakhir, dia dah lumayan bisa ditinggal agak lama bareng terapisnya. Biasanya kan nyariin bundanya melulu. Sekarang udah mau, tapi dengan syarat: ada pancingan teh botol :-)) Istilah kerennya di-prompt, huahehaha… Dia udah apal, di depan klinik terapinya mangkal ibu2 penjual teh botol. Biasanya kalau udah bosen/gak nyaman di dalam ruangan, dia langsung ke pintu… nah begitu ada yang buka pintu, langsung deh dia ngacir ke tukang teh botol, hihihi…

Terapinya ya sampai saat ini masih main aja… main pasir, perosotan, trampolin (masih takut). Mau naik trampolin diiming-imingi teh botol :-p Terus peernya di rumah disuruh main tepung (soalnya kan dia agak jiji-an tuh sama pasir), sama minum pake sedotan macem2 (sedotan aqua, sedotan bubble tea dll). Buat ngelatih otot oralnya kayanya.

Belakangan gw join milis anak berbakat (AB) asuhannya Dr Julia Maria von Tiel (JM). Milis ini membahas seputar anak berbakat (gifted) yang tumbuh kembangnya tidak harmonis (gifted disinkroni) (http://si-entong.blogspot.com/ dan http://gifted-disinkroni.blogspot.com/.)

Beliau punya anak laki-laki gifted yang keliru didiagnosa sebagai autis. Dan kasus seperti itu tampaknya kerap terjadi di Indonesia, mengingat anak-anak gifted ini punya ciri yang juga ada pada anak autis. Berdasar pengalaman itulah, makanya ibu JM tergerak untuk bikin milis ini, untuk sharing info seputar perkembangan anak gifted dan pernak-perniknya.

Jadi, apakah dengan join milis ini gw merasa Pasha adalah anak yang gifted, dan bukan autis? Wah, that’s a very difficult question, which lead to a very long answer that I’m now trying to find out :) Tidak tertutup kemungkinan dia memiliki kemampuan itu (gifted), walaupun mungkin juga tidak *nah, bingung kan, hihi* Ya intinya gw terbuka aja sama kemungkinan-kemungkinan lain selama penjelasan atau argumennya logis. Dan berkat sharing di sini gw jadi tahu bahwa banyak parents yang punya masalah serupa dan bagaimana mereka men-treatnya. Bahwa masalah anak dengan gangguan perkembangan sebetulnya sangat kompleks sehingga tidak mudah mengkategorikannya berdasarkan klasifikasi tertentu seperti "Autis", "Nonverbal Learning Disorder", ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder), dll. Saat ini gw lagi berusaha untuk baca file-filenya satu demi satu *buanyakk banget soalnya* sambil nonton Gilmore Girls niy (dibeliin sama Donny 1-3 season komplit, cihuyyyy… dah kangen sama Lorelai, Rory & Stars Hollow-nya… trus dibeliin Desperate Housewives juga, syiik asyiiikkk)

Nonton dulu ahhh… mumpung Pasha lagi bobo ;-)

Sebel vs Sensori Integrasi

Saturday, June 3rd, 2006

Sebel, karena udah jam 12 malem lebih masih harus di depan kompie ngirim naskah. Sebel, karena pas ngirim internetnya lagi bolot. Sebel, karena udah sebel duluan sebelum kirim naskah :-p

Tapi lebih banyak senengnya kok hari ini :)

Senang karena bisa sukses juga akhirnya ngajak Pasha berenang. Selama ini udah sempat dua kali jajal berenang di komplek rumah di Depok, tapi belum maksimal (baca: masih agak bete). Berenang memang jadi salah satu ‘pe-er’-nya Pasha selama terapi, kata psikolognya siy buat ngelatih keseimbangannya dia. Senang juga hari ini karena bisa main sama ponakan gw yang lucuuuu banget, Hana. Lucu banget ngeliatin dia joget2 ngikutin gaya ‘monyet garuk ketek’ ala pakde don2 (diajarin yang enggak2 tuh sama misua, tapi Hana malah girang, hihi… asal jangan ada bakat jail kayak donny ajah… bisa gaswaatt) sementara Pasha teteup kekeuh cuek bergelimpangan di lantai :-p

Btw, proyek tahunan majalah Pita PInk udah mulai lagi, jadi minggu ini sempet meeting sama org2 yayasan kanker payudara jakarta. Yaa baru sekedar ngerembukin rubrikasi sama cover gitu2-lah. Mudah2an bisa lebih bagus dari taun lalu (cuma 3 minggu gitu ngerjainnya!) berhubung sekarang kan masih ada waktu sekitar 3 bulanan.

Sekarang gw juga masih konsen ngurusin terapinya Pasha. Setelah diobservasi sama psikolognya, terapi yang dirasa paling sesuai untuk dia adalah terapi sensori-integrasi. Terapi ini berfungsi untuk memperbaiki kemampuan otak dalam memproses informasi sensorinya. Masih bingung? Oke, sederhananya begini: misalnya kita mencicip rasa asam buah jeruk. Dari mana kita mengetahui apa yang kita cicipi itu adalah betul rasa jeruk? Dari informasi sensori (diantaranya indra pengecap dan peraba). Semua informasi sensori dan yang lainnya terintegrasi dan memberi petunjuk pada otak tentang buah apa yang saat itu sedang dimakan (jeruk).

Normalnya, informasi sensori ini berperan besar dalam perkembangan anak. Lumrahnya, seorang anak dapat merespon dengan baik dan senang saat bermain, misalnya (informasi sensori berperan besar di sini). Tapi tidak buat anak seperti Pasha, yang kata psikolognya itu, "sensori banget" karena ciri2nya yang jelas: tidak suka bermain, kurang suka bereksplorasi dan kreatif saat berada di lingkungan.

Misalnya, dia gak suka main bola (sama sekali gak mau nendang bola), gak suka lego (dan segala jenis mainan lainnya), memanjat (naik-turun tangga aja takut, maunya dituntun pakai dua tangan, kalau satu tangan kayak orang mabuk), gak mau masuk ke kolam renang (langsung ngaciirr), suka ragu-ragu dan takut untuk melangkah dari permukaan yang licin/lurus (aspal, misalnya) ke tekstur yang tidak rata (rumput, pasir, batu).

Pada anak seperti Pasha, bisa dibilang mekanisme protektifnya (sensori yang dirasanya asing) lebih dominan dibanding mekanisme diskriminatif (sensori yang dikenal). Itu menjelaskan kenapa selama ini dia bisa menjerit tidak senang saat dipaksa masuk kolam renang dan tampak ketakutan/kayak orang limbung kalau disuruh turun tangga :( Selain juga gaya bermainnya yang cenderung monoton (bolak-balik buku dan lari tanpa tujuan ke sana ke mari).

Saat terapi pertama kali, dia masih bete. Mungkin karena suasananya agak ramai juga, jadi membuat dia tidak nyaman. Tapi lama-lama siy mau juga, setelah diajak ke luar sama terapisnya dan dibujuk untuk belajar turun tangga sendiri, menginjak rumput, jalan ke turunan yang enggak rata (dengan Bunda sebagai umpan di depannya, hehehe)

Alhamdulillah kemajuannya lumayan terlihat. Tadi di area kolam renang dia dengan gagah berani lari-lari di rumput, menginjak pasir di tempat ayunan, mulai mau ‘jalan’ sedikit-sedikit di dalam air, coba-coba melangkahi selokan kecil ke ubin yang lebih tinggi di depannya, walaupun makan waktu lebih dari 2 menit ;-) Tapi gpp, Pasha yang pintar bisa sukses melangkahi selokan, sementara si ayah yang ikut-ikutan menyusul di belakangnya malah kehilangan keseimbangan dan sukses juga jatuh di rumput, huahehaha *terlalu heboh siy pingin nyusulin anaknya, kacian deh*

Yang belum kesampean dari pe-ernya cuma berkuda nih. Yup, betul, naik K-U-D-A. Kuda beneran, bukan komidi puter, bukan kuda2an yang digesek pake kartu Timezone :-p Gaya bener deh, bundanya aja blon pernah tuh naek kuda beneran, cuman dalem mimpi aja kalo abis baca Lima Sekawan yang berpetualang naik kuda ;-) Katanya siy bagus buat melatih keseimbangannya dia (goyangan saat duduk di punggung kuda) dan perabanya (tekstur kuda yang licin dan berbulu). Pingin nyoba juga siy, katanya ada di Pulomas, kan deket tuh dari rumah ortu. Kayaknya pasti bakal menarik (ini anaknya apa bundanya yang excited siy? kayanya kl pertama kali  dicoba pasti penuh teriakan ketakutan dan muka bete dari si Pasha, hihihi)

We’ll wait and see ;-)