Idola

May 2nd, 2008 by hersinta

We all need an idol for something to look up to. Karena pada dasarnya, manusia punya kebutuhan untuk selalu membandingkan diri. Dengan idola, ibaratnya kita memiliki looking glass self untuk melihat sejauh mana pencapaian yang telah diraih.

Kalau mengacu sama penjelasan ‘idol’ di atas, berarti ajang American Idol atau Indonesian Idol memang hiperbolik… menggeneralisir seseorang untuk jadi idola sebuah bangsa, negara bahkan dunia ;-)

Because we have our own criteria for an idol, and that might be more than just amazing voice and good looks :-p 

Dulu, waktu masih kecil (playgrup atau TK deh) yang namanya idola bagi kita mungkin cukup simpel, gak neko-neko. Mengidolakan kakak, sepupu, tante atau oom yang cantik-dewasa-ganteng sih oke-oke aja. Kayak gue dulu, yang mengidolakan bukan siapa-siapa tapi tetangga deket rumah, namanya mbak Wulan. Jaman gue baru masuk SD, si mbak ini udah kelas 6 SD. Anaknya manis-ayu ala perempuan Jawa, ramah sama anak kecil (gak bossy kayak beberapa orang yang gw kenal waktu itu), punya Barbie banyak, dan yang paling penting… gak pelit minjemin Barbienya! Itu yang menjadikannya idola di mata gue ;-)

Pas SD, begitu dah hobi baca majalah dan buku (secara tipinya cuman TVRI doang, paling yang bisa diidolain cuma Melissa Gilbert yang jadi Laura Ingalls di serial Little House), idola gw berganti: Coreng si Kelinci adeknya Bobo. Coreng itu cool banget, pinter gambar, tapi juga manis-feminin dengan kostum pink-nya. Corengjpg_2
Sempet juga sih kepingin mengidolakan Nirmala temennya Okky dari Negeri Ajaib (di Bobo juga) tapi doi terlalu feminin dengan ballgown pink dan rangkaian bunga-bunga biru di kepala. Kurang asyik :-D

Begitu kelas 4 SD, ganti idola. Malu dong, masak ngisi buku kenangan
(dulu jamannya album kenangan tuh, lengkap dengan data profil pribadi,
foto, moto, dll) pas di kolom idola, idolanya kelenciii??? Dan
berhubung lagi ngefans2nya sama Lima Sekawannya Enid Blyton, jadilah
idola baru gue: Georgina (alias George karena doi benci banget
dipanggil Georgina) Kirrin. George was the perfect type kind of girl you would like to be. She’s very boyish, headstrong (alias keras kepala, gw banget dah!) and brave. F5secrettrail1_2
Wah pokoknya top banget deh.Sempet ikutan potong rambut papas pendek kayak si George, kemana-mana bawaannya pake kaos sama celana pendek doang, huahehaha… Terus berlagak jadi detektif juga, ikut2an berkemah, piknik dan melancong naik sepeda ala Lima Sekawan (bareng tetangga2 temen main, dan kemahnya cuma di depan rumah plus ‘melancong’ bersepeda keliling komplek dan kampus UI rawamangun :-p

Pas masuk SMP, lagi hobi-hobinya dengerin musik barat. Waktu itu silih berganti
idolanya, mulai dari John Taylornya Duran2 (kemarin gak nonton konsernya, hiksss abis muahaallll), Morten Harket-nya A-ha, sampe Neil Tennant-nya Pet Shop Boys. Kok laki semua ya? Ada juga sih perempuan yang jadi idola. Diantaranya Karen dari Bananarama (lupa nama belakangnya) sama ada satu cewek cantik namanya Amanda dari serial film Dynasty (ceritanya udah beranjak dewasa nih, nontonnya bukan Little House lagi tapi Dynasty). Dulu saking ngefansnya sampai gunting2 gambarnya dari majalah. Heboh deh, hehehe..

Jaman SMA, lain lagi. Pas lagi doyan2nya dengerin musik metal :-p Bisa ditebak kan, deretan idola2 gw gak jauh dari personil2 hair metal band kayak Sebastian Bach-nya Skid Row (kmrn grupnya konser di sini, tapi minus si Bach dan yang lain)- dengan rambut silky-straight ala gadis sunsilk, tampang keren dan lengkingan vokal yang dahsyat, who can resist him to be an icon? :-p 23046_thumb_1

 

(Bbrp bulan lalu, sempet liat doi jadi guest presenter di VH1, bawain "100 greatest rock songs", and man, I swear he still looked great as ever, despite a few lines that couldn’t be covered with a concealer). Terus ada Mike Patton dari Faith No More dengan suara yang khas dan penampilan cueknya.

Namun semuanya sirna begitu Robert Smith (aka ‘Aa Obet’) masuk ke dalam kehidupan gue (gayaaa bener, huaheha). Sosok si Aa Obet yang nyentrik (kalau gak bisa dibilang aneh) dengan rambut sasak jigrak plus makeup yang androgini, baju seragam hitam kebangsaan dan lirik lagu yang puitis-sedih-tapi jauh dari cengeng (ini patut digarisbawahi dan di-bold) match banget dengan mood saat itu yang lagi rebel-rebelnya (konflik sama ortu, pokoknya pas jiwa muda berontak deh, hihihi). It seemed that he understood me completely and knew exactly what I’ve been looking for, being a stranger in nowhere land, feeling that nobody could understand me, except Mr Smith & co :-p

Proses pengidolaan Aa Obet ini berlangsungRobert_smith
cukup lama, dari jaman SMA hingga lulus universitas, suara si idola beserta bandnya, The Cure selalu setia menemani (sampai2 org rumah dan supir gw waktu itu, Baedi, apal mati kayanya sama lagu2nya The Cure, huahehaha).

Sayang, kemarin pas The Cure manggung di Singapore, gue gak bisa nonton. Bukannya apa2, muahalll… belum ditambah tiket pesawat pp sama fiskal. Wah, bisa bayar terapinya Pasha buat sebulan :-p

Lagipula, ‘masa’-nya si Aa Obet sudah habis juga. Berhubung hidup sudah lebih stabil (kerja, merit, punya anak) sekarang nyaris gak ada idola-idolaan lagi :-p Tapi berhubung cinta musik dan tiada hari tanpa musik, ya masih ada tempat buat idol-idol-an di musik. Kalau sempat menengok kolom ‘who you want to meet’ di FS atau kolom sejenis di MySpace gue (sekarang udah gak jaman lagi album kenangan, langsung social network sites gituuu) pasti masih ada nama si Aa Obet, dan satu nama lagi, yaitu Johan Angergard. Tentang si Johan ini udah sering gue bahas di posting2 lalu, reviews, etc (salah satunya ada di sini http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/
tahun/2008/bulan/01/tgl/02/time/121632/idnews/
873607/idkanal/398). Pokoknya tiap hari tanpa lagunya si Johan :-p Dan senangnya, dengan ‘idola’ kali ini, gw bisa lebih dekat (secara real maksudnya). Bisa email-emailan, sms-an, interview… hal-hal yang selama ini cuma ada di impian ;-)

Wk2506johan
For me now, an idol does not mean someone (or something) that you worshipped and adored blindly and excessively. An idol is just a human being, someone that you adore, respect, for something that he/she had done. And that could be anyone :-)  

My Beautiful Little Boy

February 5th, 2007 by hersinta

As I watch you sleeping,I think just how lucky I am.To be the mother of such a beautiful little boy…
from “As I Watch You Sleeping” by Sheryl Trowbridge

Tak terasa, sudah 3 tahun berlalu sejak putra kecilku pertama kali menatap dunia :) Sejak saat itu pula, kehadirannya mewarnai hari-hari kami berdua, gw dan Donny, juga keluarga besar gw yang ‘heboh’ :-p dan keluarga misua yang cenderung lebih kalem.

Pasha mengajarkan kami untuk belajar lebih bersabar, menghadapi mahluk kecil keras kepala ini memang butuh kesabaran super-ekstra :-p Menginjak usianya yang ketiga, ia memang belum menunjukkan kemampuan verbal yang dikuasai anak seusianya pada umumnya, alias masih mengoceh dalam bahasa planet :D Alhasil, kita seringkali mesti ‘tebak-tebak manggis’ saat dia menangis, tertawa atau merengek tiba-tiba, out of the blue, tanpa tahu sebab-musababnya. Kadang lagi asyik nonton Blue’s Clues favoritnya, tiba-tiba diseling iklan, Pasha langsung menangis kesal. Atau sedang asyik main sendiri (main ala Pasha berarti lari2 tanpa jelas juntrungannya, membongkar buku2 kepunyaannya dari dalam peti, mainan jeruk- yes it is still his favourite object) tiba2 tertawa geli :-p

Sesekali terbersit juga kecemasan dalam hati, kok rasanya kemajuannya kecil sekali? Apa mungkin terapinya perlu diintensifkan? Mengingat terapinya masih itu-itu aja- terapi sensori integrasi/SI (bermain perosotan, pasir, trampolin). Dari hasil diskusi dengan beberapa teman di milis dan surfing di internet serta mengobrak-abrik setumpuk literatur, memang tampaknya terapi SI ini merupakan basic dari terapi-terapi selanjutnya, seperti ABA, terapi wicara, dsb. Padahal rasanya pingin cepat2 mengikutkan Pasha terapi wicara, tapi gak mungkin juga, berhubung disuruh duduk sama dipanggil namanya aja masih on-off, kadang mau, kadang enggak, hehe..

Tapi ada beberapa kemajuan yang patut dicatat, setelah sekitar 6 bulan menjalani terapi. Kontak mata misalnya, bisa dibilang sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Hampir tak ada masalah dengan kontak mata, paling kalau dia lagi konsentrasi dengan suatu hal, baru dia gak ‘ngeh’. Lalu, joint attention, sedikit-sedikit mulai ada, Pasha senang main ‘anak-panggang’ (badannya diangkat sama ayahnya terus diputer2 dengan posisi kayak ayam panggang- kaki-tangan di atas, hihihi) dan main kitik2an dengan bunda. Sedikit2 juga dah mau kejar2an main bola. Sekarang, di kamarnya gw tempeli poster2 abjad, gambar2 benda, gambar anak2 lagi main di taman, dan macem2 lagi. Gara2nya, di rumah eyangnya dia seneng berdiri lama2 di depan poster abjadnya Hana, sepupunya. Sambil dia menatap poster2 itu, terus gw sebutin deh, ini a,b, c, d… atau” ini mobil nak, bis, truk…” Sekarang kalau lihat poster2 itu, dia seneng nunjuk2 terus menatap kita, nunggu disebutin gambar2nya :-p

Sekarang juga dia hobi berenang. Kalau dulu nangis2 tiap kali diajak ke kolam renang- karena merasa keseimbangannya bubar-jalan di dalam air, ini biasa dialami anak2 yang mengalami masalah sensori seperti Pasha- wuah…sekarang dia ogah keluar dari kolam :-)) Lucu banget gayanya ngelamun diatas ban, diayun2 ombak air di kolam :-p Sayang sekarang lagi musim hujan, jadi dah lama gak berenang deh.

Lagi kepikiran mau ikutan terapi ABA (Applied Behavior Analysis). Terapi ABA ini merupakan program intervensi yang didesain untuk anak autisme, dengan tujuan untuk memperbaiki skill komunikasinya, memotivasi dia untuk interaksi sosial, bermain dan agar si anak belajar lebih mandiri. Pendekatan ABA ini memandang problem autisme sebagai sebuah gangguan perkembangan (developmental disorder) yang berkaitan dengan biologis dan neurologis (syaraf). Anak-anak autis/disorder/atau apalah sebutannya ini, berbeda dengan anak normal pada umumnya. Mereka gak ‘connect’ dengan dunia seperti anak-lain, seperti kita. Contoh ekstremnya, suara bisikan mungkin bisa terdengar seperti ledakan bom di telinganya, atau label merek baju yang sebetulnya ‘fine-fine aja’ tapi bagi mereka terasa tajam mengiris kulit (over stimuli). Ditambah lagi dengan ketidakmampuan mereka untuk memberitahu orang dewasa tentang reaksi mereka yang over-stimuli ini, kloplah sudah :) Syukurnya, Pasha tidak terlalu over, paling banter dia tutup kuping kalau lagi excited, suara keras, suara nyanyian yang dia kenal, ada yang ngajak ngobrol dalam waktu bersamaan, etc :-p can’t tell the difference, jadi sekali lagi, kudu tebak2 manggis, hehehe…

Dulu kalau lagi excited, suka flapping hand (ngibas2in tangan), sekarang dah jarang banget. Dulu juga suka muter2 sampe pusing (dan akhirnya jatuh, benjut, hehe) sekarang juga dah berkurang. Kalau dipikir2, lumayan juga kemajuannya. Walaupun masih jauh dari puas karena verbalnya belum ada kemajuan berarti. Sekarang lagi coba dibawelin terus, paling kalo dah berisik dia tutup kuping, hehe.. Metode ngenalin benda/orang/objek pakai kartu belum berhasil karena kartu2nya dirampas sama dia terus dikumpulin, hihihi
Yah, nanti dicoba lagi, maju terus pantang mundur :-p Rencananya 2 minggu ke depan mau konsul ke DSA soal perkembangannya ini, apa bisa ‘naik kelas’ terapinya atau masih stuck di SI aja.
Yup, we’ll see… hope he’ll getting better day by day…

As I watch you sleeping,all of my worries seem to melt away.I know that no matter what happens,together we can make it through another day.
for my little beautiful boy, Pasha, happy b-day my baby… bunda will always love you, unconditionally :x

Si Nyut-nyut 2

November 16th, 2006 by hersinta

Berhubung postingan kemarin belum kelar (sebenernya sudah nyaris kelar tapi kompie-nya hang dan baru di-save separuh, jadi langsung upload, hiks), ya udah dibikin duologi aja deh (maksa) :-p

Ya ceritanya masih seputar nyut-nyutan. Seorang teman dekat (perempuan) datang untuk curhat. Sebut saja si M (as in miss moneypenny in James Bond). Tiba2 dia datang ke saya sesenggukan. Rupanya, ia baru saja memergoki sms mesra sang suami dengan teman cewek sekantornya.

“Elo yakin itu beneran? Becanda kali?” ujar saya coba menenangkan.
“Becanda apaan?!!! Gue kan tau mana yang becanda sama serius. Nanya dah makan apa belon, minum vitamin apa belon, pake bilang ‘miss you’ segala lagi!!!” tereak M histeris.
“Sumpah pala gue nyut2an terus dari semalem. Mau tidur gak nyenyak, bangun puyeng!” lanjutnya marah2.

Selama 15 menit berselang, kami berdua menghabiskan waktu memaki dan menyumpahi si oknum (sebut saja ms Nyut2… bukan Nyit2 temennya Lupus). Dan mengutuk cewek2 muda jaman sekarang yang doyan menggodai lelaki (misua) orang. Akhirnya kami sampai pada kesimpulan bahwa: memang pada dasarnya pria lebih rentan terhadap godaan dibanding kaum perempuan.

“Elu bayangin aja. Kalo kita kan, liat cowok keren, ya udah, cukup sekilas aja. Coba kalau laki2, duh, bisa sampe meleng nabrak tiang kalo liat cewek seksi!” sungut M.
“Tapi kalo cewek kan suka disimpen dalem ati. Terus dipikirin, dibayang2in,” jawab saya asal (iyalah, wong mau bikin soal ujian kok malah dicurhatin).
“Nah, ketauan elu, pengalaman pribadi ya. Elu pernah mikirin sapa sih? Gue bilangin misua lho!” sontak M meneror.
“Tiap kali denger lagu2nya si Johan, gue selalu kepikiran dia. Dia kayaknya tau banget isi hati gue. Lagu-lagunya bikin gue meleleh kayak agar-agar Jell-O stroberi,” sahut saya penuh perasaan.
“Dasar dodol! Gak bisa bedain mana selingkuh pikiran sama infatuasi! Kalo elu tuh utopis, cuman omdo,” cerocos M sok tahu.

Daripada pembicaraan makin tak jelas arahnya, saya buru2 memberi advis. Ya kalau yang namanya relationship tuh ibaratnya tanaman, harus dipelihara, dirawat dengan penuh kasih sayang (apaan sihh), dipupuk, disirami kayak pohon cabe. Kalau dulu saban pacaran aja, pasti tiap jam nanyain, dah makan belon? Makannya pake apa? Kok gak bergizi sih? Minum susu dong?
Pas nikah, boro2, sehari sekali aja belon tentu ditanyain :-p
Nah makanya kudu waspada, bisa2 tugas tanya-jawab tadi sudah keburu diambil-alih oleh Nyut-nyut2 lain. Seperti yang dialami oleh si M tadi.

M pun manggut2. Gak tau ngerti beneran trus ntarnya dipraktekkin atau cuma biar cepet aja.
“Thanks ya sis… Gue jadi lega nih, nyut2an gue kurangan,” cetusnya memeluk saya.

Huhuhuhuhu… gantian giliran saya yang dilanda nyut2. Terbayang sudah muka para penagih soal (bagian akademik, murid2 yang tak henti2nya merengek minta ‘kisi-kisi ujian dong mam’ selama semingguan penuh).

Pussyiiiiingggggggggg!

Si Nyut-nyut

November 14th, 2006 by hersinta

It’s been 3 months since I wrote my last posting. Lama bener, yak? Maklumlah, lagi masa peralihan dari part-timer-FTM (full-time mom) back to full-time worker, but w/ lots of flexibility *wink2*. Sounds fun, huh?

Beberapa bulan belakangan ini mencoba berkiprah jadi dosen full-time, ternyata asyik juga. Terutama jam kerja yang fleksibel (kalo ngajar jam 8 pagi berarti jam stgh 5 sore dah leha2 main sama Pasha di rumah!). Atau masuk agak siangan (kuliah jam 12 dan pulangnya sedikit lebih malam). Padahal dulu, berangkat pagi, pulang pasti di atas jam 6. Apalagi kalo ada liputan atau deadline, wah bisa2 pulang jam 9 malem. Now, say goodbye to deadlines! :-))

Jadi dosen ada plus-minusnya. Plusnya, selalu update knowledge, entah itu teori atau aplikasinya. Dan selalu dianggap pinter ;-) Sialnya, kadang sering dianggep ‘text-book berjalan’ jadi murid-murid suka nanya seenaknya :-p (Hello! Dosen kan juga manusia! hihihi)
Minusnya juga, kalo dapet kelas yang badung. Toloooongggg!!!! Kelas-kelas ini jelas cirinya: murid2 yang suka nyeletuk gak penting dan berisik. Apalagi kita dah semangat 45 tereak2 di depan gak ditanggepin. Sakit ati deh. Barisan belakang sibuk menceracau ribut kayak burung, membuat kita tergoda untuk melempar penghapus ke arah mereka. Duh! Bikin nyut2an kepala.

Biasanya, ngadepin yang model begini, segala jurus dikeluarkan, mulai dari teguran ringan, “Jangan berisik!” sampai ke ancaman2 peringatan “Hei! Anda yang dibelakang sana! Mau gantiin saya cuap-cuap di depan kelas???!!!”

Lights! Camera! Pose!

July 24th, 2006 by hersinta

Akhirnya :)

Hari pemotretan yang ditunggu-tunggu, tiba juga. Setelah sempat deg-degan gara-gara jadwal pemotretan yang dimajukanCoverpitapink2006_005  seminggu lebih awal- dari tiga orang yang dijadwalkan buat cover majalah Pita Pink (Andien- si mungil bersuara emas, Wynne Prakusya- atlet tenis yang kerap tampil sebagai salah satu ikon produk shampoo dan Novita Angie- the presenter woman) ternyata Andien tak bisa ikut pemotretan yang sedianya dilakukan pada 29 Juli ini, karena harus berangkat ke Jerman. Alhasil, pemotretan pun mesti dilakukan lebih awal- Sabtu kemarin tepatnya.

Seharian itu, gw sepakat sama Probz (tukang kamera :-p) untuk garap cover sekaligus ilustrasi foto-foto buat artikel dalem. Masalahnya, stylist yang rencananya mau bantu masih berada di luar negeri dan baru balik minggu depan :( Untunglah, temen gw waktu kuliah dulu- Canti yang cantik dan baik hati :) bersedia membantu gw untuk jadi stylist. Huhuhu… Canti, you’re my lifesaver *hugs* Ibu satu putri yang cantik ini jam terbangnya udah tinggi untuk urusan beginian. Jadi, gw pasrahin aja deh ke dia, kikikiki…

Pas detik2 terakhir, gw dikabari kl Angie gak bisa ikut, dan untunglah langsung ada penggantinya- Ami Gumelar (atau Taufik Hidayat ya sekarang?). Lantas dimulailah semua kehiruk-pikukan di hari itu- pagi2 dah meluncur ditemani asisten gw (Santi my beloved sis, hehehe) buat beli kue2 kecil untuk konsumsi. Sama pesen hokben buat ransum makan siang :-p Tadinya sih sekalian mau beli sayur2an dan buah2an buat properti, tp berhubung ktnya tante Dewi Dimas Wahab, Andien mo make-up dulu di studio, gw langsung meluncur ke sana- studio pemotretan di jl wijaya milik mas Firman. Canti & Probz juga dah standby. Kostum buat cover sih simpel aja- jeans sama atasan pink- the color of breast cancer awareness ribbon.

Gak lama Andien dateng, dengan asisten dan hairdressernya. Terus mbak Atiek (ibu redpel) juga nongol. Sambil didandanin, gw sekalian wwcr Andien. Certa lengkapnya baca aja nanti di majalah Pita Pink :-p Lantas, datanglah dua ‘cover girl’ berikutnya- Ami dan Wynne, yang diantar langsung oleh ibunda Ami, tante Linda :) Mereka berdua dah dandan komplit-cantik dari salon, jadi tinggal nunggu Andien. Make-up dan hairdo Andien memang praktis lebih lama, tapi hasilnya juga mencengangkan: dia jadi cantiiikkkkk… banget. Entah shading model apa yang dibubuhkan mas Ferry (penata riasnya), yang jelas kontur wajahnya jadi tampak lebih tajam tapi jauh dari menor :)

Akhirnya, kira2 jam 12 siang, pemotretan cover pun dimulai. Yang bikin tambah senang, ketiga model ini mengenakan baju warna pink dengan gradasi yang berbeda- kayaknya siy kelihatan bagus di foto, warna-warni tp masih dalam satu nuansa. Canti memberi aba-aba dan arahan: siapa yang di pinggir, di tengah, badan lebih merapat, posisi kaki lebih membuka, kasih pijakan untuk Andien yang notabene paling mungil :-p Ami sampai rela menukar sepatunya demi solidaritas, hihihi. Kira-kira sejam, barulah kelar. Ami dan tante Linda bergegas karena mesti ada acara keluarga, Andien dan Wynne santai, dan berhubung lapar gak lama kita bareng2 menyantap makan siang, sambil ngobrol ini-itu: kegiatan terakhir, makanan favorit sampai diet. Berkat Andien-lah gw jd tertarik buat diet golongan darah yang selama ini dijalaninya. Kebetulan, gol. darah kita sama: O. Dan menurut dia, sebaiknya orang dengan gol darah O berpantang makan tepung (roti, mie dkk) dan kentang. Hiks, considering those all are my cravings! Kelar makan dan beres2, penyanyi mungil ini pamit. Wynne masih tinggal krn ingin mengkopi bbrp foto ke i-Booknya.

Berikutnya, giliran sayur dan buah2an. Assisten gw yang rajin dah belanja ke Ranch Market sebelumnya (kasian tuh, berapa kali dia bolak-balik buat beli ini-itu). Ternyata motret si sayur dan buah ini lebih sulit dibanding model :-p Ya wong gak bisa disuruh senyum ato merapat ke kiri ato kanan, hihihi. Tapi tantangannya, gmn caranya supaya mereka bisa tampil lebih menarik :) Kata para art director gw yang handal dari Studio5 (you know who, hehehe) bilang buah sama sayurnya disapu pake kuas dengan minyak, terus disemprot air supaya bulir2 airnya tampak lebih segar. Tapi abis itu gak bole dimakan :-))

Kelar urusan sama si selada, anggur, stroberi dkk, cewek2 model sudah menanti giliran difoto. Sempet panik juga berhubung salah satu model gak bisa dateng, tapi ya hajar aja deh :-p Akhirnya sejam lagi dihabiskan buat motret dua model untuk beberapa frame. Hasilnya siy bagus-bagus ;-) Lega juga pas Canti dah bilang "Bungkus!" Gak kerasa, dah jam 5 sore… dari jam sepuluh pagi, huhuhu…

Thank you guys for all the efforts- Probz, Canti, the art directors, my sis, my bro (yang udah nyariin model2nya, hehehe). Gak sia-sia deh kaki sama pinggang pegel-pegel :)

Caption: 1. serius ngecek hasil foto; 2. Pita Pink Charlie’s Angels ;-)

Coverpitapink2006_022 Rotation_of_coverpitapink2006_016

A Tell-Tale of Hatred

July 23rd, 2006 by hersinta

Last night I had the strangest dream, in which I became a female version of Frodo Baggins (yes, the hobbit). I stood there, in a long tunnel, womb-like place taken straight out from the scene of Lord of The Rings trilogy (in the Land of Moria, to be exact). Silence and darkness crept out everywhere like mist, but deep inside my head there was a soft voice that keeps telling me to go ahead, to reach until the end of tunnel where a big box lies ahead. Turned out it was more like a Pandora’s Box, and when I opened, a creature, half-like Succubus (a demon or fiend; a lascivious spirit supposed to have sexual intercourse w/ men by night without their knowledge) and half-like Gollum (the beastier version) emerged and all of a sudden tried to strangle me and seized My Precious :(

There was a horrifying duel- but unfortunately no swords or cool weapons like lightsaber or Dumbledore’s phoenix (or magic wand) involved :-p Instead, I threw stones- how uncool- constantly at the creature until it screamed in horror and vanished in the air. And I, safe and sound apart from deep cuts, scratches and bruises that seem take months (or maybe longer) to heal- got My Precious.

And I suddenly woke up.

Felt dizzy and nauseous.

And I feel like want to throw stones at some people.

Aaaarrrrggghhhhhhhhhhh!!!!!!!      

La Tristesse Durera

July 22nd, 2006 by hersinta

The perfect song for my raging mood… arggghhhhh S%$#@*! Here are the list of songs that went out well with ‘when shit happens’ situations : Fuck This Shit- Belle and Sebastian, Everyday I Love You Less and Less- Kaiser Chiefs, Heaven Knows I’m Miserable Now- The Smiths, Sabbath Bloody Sabbath- The Cardigans, You Have Killed Me- Morrissey, Medusa- Anthrax, Last Night I Dreamt That Somebody Love Me- The Smiths, I Don’t Love Anyone- Belle and Sebastian, Misery Loves Company- Anthrax. Sounds quite miserable, eh? When life has been unfaithful to you, try this ultimate soundtrack by MSP to shout out your anger and screammmm… to a sigh.

La Tristesse Durera (Scream to A Sigh) - Manic Street Preachers

Life has been unfaithful
And it all promised so so much
I am a relic
I am just a petrified cry
Wheeled out once a year, a cenotaph souvenir
The applause nails down my silence

La tristesse durera
Scream to a sigh, to a sigh
La tristesse durera
Scream to a sigh, to a sigh

I see liberals
I am just a fashion accessory
People send postcards
And they all hope I’m feeling well
I retreat into self-pity, it’s so easy
Where they patronise my misery

La tristesse durera
Scream to a sigh, to a sigh
La tristesse durera
Scream to a sigh, to a sigh

I sold my medal
It paid a bill
It sells at market stalls
Parades Milan catwalks
The sadness will never go
Will never go away
Baby it’s here to stay

La tristesse durera
Scream to a sigh, to a sigh

Welcome to Summer!

June 26th, 2006 by hersinta

A-h-h-h-h!!! Finally, holiday is coming! Everyone gets cheered up when it comes to holidaying. The corner of your lips tends to curl upward when you’re in a holiday mood :) The sun is beaming at you, birds’ chirping and can’t you see the glimmering blue ocean is waving hard at you?

Padahal, tiap hari itungannya gw selalu liburan. Pekerja berdaster gitu :-p Dimulai dari rutinitas pagi- jalan pagi sama my beloved Pasha sementara ayahnya mendengkur tak merdu di peraduan, hihihi… Kadang kalau Pasha belum bangun- still joining the snoring choir with ayah, huahehaha- then it’s time for me to relax while enjoying the sight of a fresh morning and listening to my music. Sambil menyeruput teh suam-suam kuku setengah manis ( no coffee, please).

Soundtracknya hampir sama tiap hari- my ultimate summer soundtrack, lagu2nya Johan (www.labrador.se or www.acidhousekings.com or www.icyicy.com), dimulai dari "Wake Up!" sampai "He Knows The Sun". Tapi hari ini mood gw lagi kepingin dengerin lagu2 yang banyak synth-nya, jadi gw bikin playlist lagu2 pop elektro versi gue: Am I Robot & Sci-Fi Love-nya Goodnight Electric (huhuhu lagu wajib!), Electricity-nya OMD (Orchestral Manouvres in The Dark- need I say more?), sampe Blue Savannah-nya Erasure. Oya, Cars- Gary Numan. Sayang gak punya koleksi Kraftwerk. Ntar donlot lagi deh di limewire :-p

Pagi ini, kebetulan rutinitasnya sedikit beda. Musti ke atm dulu sebelon org2 pada ngantri. Nebeng Donny sekalian ngantor (lumayannn… tanjakan ke luar komplek bikin ngos2an *pemalas!*). Kelar urusan duit, now it’s time to enjoy the fun morning walk to my home :)

Sekian cerita soal rutinitas pagi gw. Harus translate artikel yang males-banget-deh bacanya, duh! …  (it’s not supposed to end here, but I’ve got to catch up with my translation, hiks)

Back to my old boring work routine :-p

See you tomorrow, sunshine!

Terapi Teh Botol :)

June 15th, 2006 by hersinta

Helloooww… akhirnya sempet juga nulis lagi di sini… yang berarti gw dah balik ke Depok, w/ 24 hours internet access ;-)  kemarin2 juga masih ada kerjaan translate jadi kalo di depan kompie kerjaannya buka webster (bukan friendster, hehe) mulu.

So far Pasha udah tiga kali ’sekolah’ , kayaknya dia makin familiar aja tuh sama sekolahannya (tempat terapinya, hehe). Masuk2 langsung ngeloyor ke perosotan (lumayan jadi favoritnya) trus naik dari ujung perosotan (bukan tangga). Tapi lama-lama suka minta keluar lagi kalo ruangannya udah rame :-p Biasalah, agak crowded room syndrom gitu, hihihi… kayak emaknya :-p

Pas terapi terakhir, dia dah lumayan bisa ditinggal agak lama bareng terapisnya. Biasanya kan nyariin bundanya melulu. Sekarang udah mau, tapi dengan syarat: ada pancingan teh botol :-)) Istilah kerennya di-prompt, huahehaha… Dia udah apal, di depan klinik terapinya mangkal ibu2 penjual teh botol. Biasanya kalau udah bosen/gak nyaman di dalam ruangan, dia langsung ke pintu… nah begitu ada yang buka pintu, langsung deh dia ngacir ke tukang teh botol, hihihi…

Terapinya ya sampai saat ini masih main aja… main pasir, perosotan, trampolin (masih takut). Mau naik trampolin diiming-imingi teh botol :-p Terus peernya di rumah disuruh main tepung (soalnya kan dia agak jiji-an tuh sama pasir), sama minum pake sedotan macem2 (sedotan aqua, sedotan bubble tea dll). Buat ngelatih otot oralnya kayanya.

Belakangan gw join milis anak berbakat (AB) asuhannya Dr Julia Maria von Tiel (JM). Milis ini membahas seputar anak berbakat (gifted) yang tumbuh kembangnya tidak harmonis (gifted disinkroni) (http://si-entong.blogspot.com/ dan http://gifted-disinkroni.blogspot.com/.)

Beliau punya anak laki-laki gifted yang keliru didiagnosa sebagai autis. Dan kasus seperti itu tampaknya kerap terjadi di Indonesia, mengingat anak-anak gifted ini punya ciri yang juga ada pada anak autis. Berdasar pengalaman itulah, makanya ibu JM tergerak untuk bikin milis ini, untuk sharing info seputar perkembangan anak gifted dan pernak-perniknya.

Jadi, apakah dengan join milis ini gw merasa Pasha adalah anak yang gifted, dan bukan autis? Wah, that’s a very difficult question, which lead to a very long answer that I’m now trying to find out :) Tidak tertutup kemungkinan dia memiliki kemampuan itu (gifted), walaupun mungkin juga tidak *nah, bingung kan, hihi* Ya intinya gw terbuka aja sama kemungkinan-kemungkinan lain selama penjelasan atau argumennya logis. Dan berkat sharing di sini gw jadi tahu bahwa banyak parents yang punya masalah serupa dan bagaimana mereka men-treatnya. Bahwa masalah anak dengan gangguan perkembangan sebetulnya sangat kompleks sehingga tidak mudah mengkategorikannya berdasarkan klasifikasi tertentu seperti "Autis", "Nonverbal Learning Disorder", ADHD (Attention Deficit Hyperactive Disorder), dll. Saat ini gw lagi berusaha untuk baca file-filenya satu demi satu *buanyakk banget soalnya* sambil nonton Gilmore Girls niy (dibeliin sama Donny 1-3 season komplit, cihuyyyy… dah kangen sama Lorelai, Rory & Stars Hollow-nya… trus dibeliin Desperate Housewives juga, syiik asyiiikkk)

Nonton dulu ahhh… mumpung Pasha lagi bobo ;-)

Sebel vs Sensori Integrasi

June 3rd, 2006 by hersinta

Sebel, karena udah jam 12 malem lebih masih harus di depan kompie ngirim naskah. Sebel, karena pas ngirim internetnya lagi bolot. Sebel, karena udah sebel duluan sebelum kirim naskah :-p

Tapi lebih banyak senengnya kok hari ini :)

Senang karena bisa sukses juga akhirnya ngajak Pasha berenang. Selama ini udah sempat dua kali jajal berenang di komplek rumah di Depok, tapi belum maksimal (baca: masih agak bete). Berenang memang jadi salah satu ‘pe-er’-nya Pasha selama terapi, kata psikolognya siy buat ngelatih keseimbangannya dia. Senang juga hari ini karena bisa main sama ponakan gw yang lucuuuu banget, Hana. Lucu banget ngeliatin dia joget2 ngikutin gaya ‘monyet garuk ketek’ ala pakde don2 (diajarin yang enggak2 tuh sama misua, tapi Hana malah girang, hihi… asal jangan ada bakat jail kayak donny ajah… bisa gaswaatt) sementara Pasha teteup kekeuh cuek bergelimpangan di lantai :-p

Btw, proyek tahunan majalah Pita PInk udah mulai lagi, jadi minggu ini sempet meeting sama org2 yayasan kanker payudara jakarta. Yaa baru sekedar ngerembukin rubrikasi sama cover gitu2-lah. Mudah2an bisa lebih bagus dari taun lalu (cuma 3 minggu gitu ngerjainnya!) berhubung sekarang kan masih ada waktu sekitar 3 bulanan.

Sekarang gw juga masih konsen ngurusin terapinya Pasha. Setelah diobservasi sama psikolognya, terapi yang dirasa paling sesuai untuk dia adalah terapi sensori-integrasi. Terapi ini berfungsi untuk memperbaiki kemampuan otak dalam memproses informasi sensorinya. Masih bingung? Oke, sederhananya begini: misalnya kita mencicip rasa asam buah jeruk. Dari mana kita mengetahui apa yang kita cicipi itu adalah betul rasa jeruk? Dari informasi sensori (diantaranya indra pengecap dan peraba). Semua informasi sensori dan yang lainnya terintegrasi dan memberi petunjuk pada otak tentang buah apa yang saat itu sedang dimakan (jeruk).

Normalnya, informasi sensori ini berperan besar dalam perkembangan anak. Lumrahnya, seorang anak dapat merespon dengan baik dan senang saat bermain, misalnya (informasi sensori berperan besar di sini). Tapi tidak buat anak seperti Pasha, yang kata psikolognya itu, "sensori banget" karena ciri2nya yang jelas: tidak suka bermain, kurang suka bereksplorasi dan kreatif saat berada di lingkungan.

Misalnya, dia gak suka main bola (sama sekali gak mau nendang bola), gak suka lego (dan segala jenis mainan lainnya), memanjat (naik-turun tangga aja takut, maunya dituntun pakai dua tangan, kalau satu tangan kayak orang mabuk), gak mau masuk ke kolam renang (langsung ngaciirr), suka ragu-ragu dan takut untuk melangkah dari permukaan yang licin/lurus (aspal, misalnya) ke tekstur yang tidak rata (rumput, pasir, batu).

Pada anak seperti Pasha, bisa dibilang mekanisme protektifnya (sensori yang dirasanya asing) lebih dominan dibanding mekanisme diskriminatif (sensori yang dikenal). Itu menjelaskan kenapa selama ini dia bisa menjerit tidak senang saat dipaksa masuk kolam renang dan tampak ketakutan/kayak orang limbung kalau disuruh turun tangga :( Selain juga gaya bermainnya yang cenderung monoton (bolak-balik buku dan lari tanpa tujuan ke sana ke mari).

Saat terapi pertama kali, dia masih bete. Mungkin karena suasananya agak ramai juga, jadi membuat dia tidak nyaman. Tapi lama-lama siy mau juga, setelah diajak ke luar sama terapisnya dan dibujuk untuk belajar turun tangga sendiri, menginjak rumput, jalan ke turunan yang enggak rata (dengan Bunda sebagai umpan di depannya, hehehe)

Alhamdulillah kemajuannya lumayan terlihat. Tadi di area kolam renang dia dengan gagah berani lari-lari di rumput, menginjak pasir di tempat ayunan, mulai mau ‘jalan’ sedikit-sedikit di dalam air, coba-coba melangkahi selokan kecil ke ubin yang lebih tinggi di depannya, walaupun makan waktu lebih dari 2 menit ;-) Tapi gpp, Pasha yang pintar bisa sukses melangkahi selokan, sementara si ayah yang ikut-ikutan menyusul di belakangnya malah kehilangan keseimbangan dan sukses juga jatuh di rumput, huahehaha *terlalu heboh siy pingin nyusulin anaknya, kacian deh*

Yang belum kesampean dari pe-ernya cuma berkuda nih. Yup, betul, naik K-U-D-A. Kuda beneran, bukan komidi puter, bukan kuda2an yang digesek pake kartu Timezone :-p Gaya bener deh, bundanya aja blon pernah tuh naek kuda beneran, cuman dalem mimpi aja kalo abis baca Lima Sekawan yang berpetualang naik kuda ;-) Katanya siy bagus buat melatih keseimbangannya dia (goyangan saat duduk di punggung kuda) dan perabanya (tekstur kuda yang licin dan berbulu). Pingin nyoba juga siy, katanya ada di Pulomas, kan deket tuh dari rumah ortu. Kayaknya pasti bakal menarik (ini anaknya apa bundanya yang excited siy? kayanya kl pertama kali  dicoba pasti penuh teriakan ketakutan dan muka bete dari si Pasha, hihihi)

We’ll wait and see ;-)